About Myself

Hallo!!!  


[Saat aku nulis ini usiaku 20 tahun]

Aku kuliah di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, dan sekarang sudah masuk semester lima, aku mengambil jurusan Aqidah Filsafat. Bagi orang awam, jurusan ini sangat asing ditelinga mereka. Tapi ada pula yang tahu tentang jurusan ini, namun bagi sebagian orang menggapnya negatif. Ada yang beranggapan bahwa Jurusan Filsafat bisa membuat orang jadi gila,kehilangan iman, karena pelajarannya yang cenderung harus menggunakan akal. Beda denganku, dulu awal pemilihan jurusan aku sama sekali tidak terpikirkan akan memilih jurusan ini. alasan akhirnya aku memilih jurusan tersebut karena, sepupu ku juga jurusan Filsafat dan ngeliat dia kayak enjoy aja sama jurusannya. Sampai sekarang aku belum menemukan bukti bahwa Filsafat itu membuat orang sesat, gila, dsb. Stigma kayak gitu musti pelan-pelan kita hapus. Filsafat itu induk dari segala ilmu pengetahuan lho. :))

Bisa dibilang aku ini seorang "introvert". Introvert adalah suatu kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia yang memiliki sifat introvert ini lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Tapi, bukan berarti nggak bisa bersosialisasi. Hanya saja seorang introvert membutuhkan waktu menyendiri untuk mencharge energi. Jujur, aku baru mengenal yang namanya Introvert itu awal-awal kuliah. Tapi aku merasa waktu SD-SMA aku ngerasa bukan orang yang Introvert. Di awal masuk kuliah, aku orangnya pendiem banget, kalau ngomong nunggu ada yang ngajak baru deh. Terus, milih bangku selalu dibelakang dan disudut. Padahal, di SD-SMA aku selalu duduk paling depan, paling nggak bangku nomor dua atau tiga. Aku yang mengingatnya aja udah heran sendiri, bingung kenapa aku dulu kayak gitu, ya. [edit] Setelah aku pahami, ternyata aku begitu karena emang sangat selektif memilih teman (dekat). Sebenarnya, aku cepat beradabtasi ditempat yang baru, hanya saja tidak terlalu aktif alias lebih kepada memerhatikan sekitar dan terkesan pendiam  juga pemalu. Padahal diam ku itu bukan berarti malu. Bagi yang mengenalku aku anaknya super aktif, bisa dibilang pecicilan, jail, ya pokoknya petakilan deh. 

Jujur, dikelasku semua orang punya temennya masing-masing. Karena, dikelasku banyak mahasiswi dan jumlahnya ganjil. Jadi, kalau ada pembagian kelompok tugas yang nggak boleh campur sama laki-laki apalagi dosennya ngebolehin milih kelompok sendiri, ya aku yang nggak punya "temen" otomatis diem dan nunggu dosennya milihin kelompok untuk aku. Itu hal paling aku gak suka. ga adil karena aku ga punya temen. Dikelas temen (kelompok) ku ya laki-laki. Mainnya sama mereka dan nyaman ngobrol sama bercandaan juga sama mereka. Tapi, semuanya tetep temen kok, cuma gak deket aja. Tapi, gak apa-apa mungkin aku gak satu frekuensi dengan mereka, gak perlu dipaksain kan. 

Sedikit dari aku ya. Salam Kenal.

Komentar

  1. Hai kak..bagaimana rasanya menjadi mahasiswa jurusan aqidah filsafat yg sekaligus seorang introvet.., adakah kendala yg dirasakan saat belajar?😊😊😊

    BalasHapus
  2. Hai, kalau masalah belajar nggak ada sama sekali. Mungkin lebih ke lingkup pertemanan. Karena aku cenderung selektif memilih teman dekat :)

    BalasHapus

Posting Komentar